Keindahan dan keunikan gua mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal mengunjungi tempat ini
Travelingcelebes.com, WISATA KABUPATEN BONE, WATAMPONE, Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia, di daerah ini cukup banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Dari deretan nama destinasi-destinasi wisata itu, terdapat beberapa diantaranya yang menyimpan misteri dan cerita rakyat. Salah satu destinasi wisata yang memiliki misteri dan cerita rakyat adalah gua mampu. Gua mampu, berada di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.
Keindahan dan keunikan gua mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal mengunjungi tempat ini. Cerita dari turun-temurun di dalam gua mampu banyak menyimpan cerita pada zaman kerajaan dimasa lampau. Gua yang memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dan memiliki tujuh tingkat, menurut legenda adalah perkampungan, namun perkampungan tersebut berubah menjadi batu dan berbentuk gua karena kutukan seorang raja yang marah lalu menjatuhkan kutukan pada kampung tersebut.
Kami mencoba menelusuri cerita legenda tersebut, gua mampu yang berada di Desa Cabbeng Kecamatan Duaboccoe, Kabupaten Bone, berjarak 60 kilometer dari Kota Watampone. Keindahan perut bumi itu, telah terlihat sejak pengunjung hendak memasukinya. Sebelum memasuki gua mampu, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu legenda Gua Mampu.

Masyarakat setempat menjelaskan, asal muasal cerita gua mampu, menurut cerita, pada suatu hari alat tenun, yang diberi sebutan “Walida” milik anak gadis sang raja terjatuh ke tanah. Lalu sang raja bersumpah, siapa pun yang bisa mengambil alat tenun tersebut, maka akan dinikahkan dengan putrinya itu.
Saat sang raja mengeluarkan perkataan itu, seekor anak anjing yang merupakan peliharaan anak gadis raja, yang berhasil mengambil “Walida” sebagai raja tentulah ia tak bisa menarik sumpahnya. Sehingga ia marah dan mengutuk seluruh kampung menjadi batu.
Sekarang kita lanjutkan perjalanan masuk ke dalam Gua Mampu, pertama Anda harus menyiapkan alat penerangan seperti obor karena suasana gua sangat gelap. Saat melangkah masuk maka Anda akan menyaksikan banyak stalagtit dan stalangnit besar yang menyerupai sosok manusia dan mahluk hidup lainnya. Kesan misteri akan dirasakan saat berada di dalam gua, di mana suasana gelap dan sunyi dan Burung walet serta kelelawar tampak terbang dan diam di langit-langit gua, akan menemani perjalanan menyelusuri gua.

Disini juga ada dua kuburan kuno, satu berada di dalam gua dan satu berada di puncak gua atau dilantai ketujuh. Di dalam gua juga banyak batu yang menyerupai kondisi dan suasana perkampungan seperti, miniatur persawahan, perahu, kuda, tikus, buaya dan masih banyak lagi lainnya, yang sangat indah untuk dinikmati.
Masyarakat sekitar khususnya masyarakat Bone, selain menjadikan gua mampu sebagai destinasi wisata, juga banyak yang khusus datang berziarah ke kedua kuburan kuno yang ada di gua mampu. Gua Mampu, masih terpelihara dengan baik, dan masih masih dikelola secara mandiri oleh warga setempat.
Keindahan dan keunikan gua mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal mengunjungi tempat ini. Cerita dari turun-temurun di dalam gua mampu banyak menyimpan cerita pada zaman kerajaan dimasa lampau. Gua yang memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dan memiliki tujuh tingkat, menurut legenda adalah perkampungan, namun perkampungan tersebut berubah menjadi batu dan berbentuk gua karena kutukan seorang raja yang marah lalu menjatuhkan kutukan pada kampung tersebut.
Kami mencoba menelusuri cerita legenda tersebut, gua mampu yang berada di Desa Cabbeng Kecamatan Duaboccoe, Kabupaten Bone, berjarak 60 kilometer dari Kota Watampone. Keindahan perut bumi itu, telah terlihat sejak pengunjung hendak memasukinya. Sebelum memasuki gua mampu, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu legenda Gua Mampu.

Obyek Wisata Gua Mampu
Masyarakat setempat menjelaskan, asal muasal cerita gua mampu, menurut cerita, pada suatu hari alat tenun, yang diberi sebutan “Walida” milik anak gadis sang raja terjatuh ke tanah. Lalu sang raja bersumpah, siapa pun yang bisa mengambil alat tenun tersebut, maka akan dinikahkan dengan putrinya itu.
Saat sang raja mengeluarkan perkataan itu, seekor anak anjing yang merupakan peliharaan anak gadis raja, yang berhasil mengambil “Walida” sebagai raja tentulah ia tak bisa menarik sumpahnya. Sehingga ia marah dan mengutuk seluruh kampung menjadi batu.
Sekarang kita lanjutkan perjalanan masuk ke dalam Gua Mampu, pertama Anda harus menyiapkan alat penerangan seperti obor karena suasana gua sangat gelap. Saat melangkah masuk maka Anda akan menyaksikan banyak stalagtit dan stalangnit besar yang menyerupai sosok manusia dan mahluk hidup lainnya. Kesan misteri akan dirasakan saat berada di dalam gua, di mana suasana gelap dan sunyi dan Burung walet serta kelelawar tampak terbang dan diam di langit-langit gua, akan menemani perjalanan menyelusuri gua.

Disini juga ada dua kuburan kuno, satu berada di dalam gua dan satu berada di puncak gua atau dilantai ketujuh. Di dalam gua juga banyak batu yang menyerupai kondisi dan suasana perkampungan seperti, miniatur persawahan, perahu, kuda, tikus, buaya dan masih banyak lagi lainnya, yang sangat indah untuk dinikmati.
Masyarakat sekitar khususnya masyarakat Bone, selain menjadikan gua mampu sebagai destinasi wisata, juga banyak yang khusus datang berziarah ke kedua kuburan kuno yang ada di gua mampu. Gua Mampu, masih terpelihara dengan baik, dan masih masih dikelola secara mandiri oleh warga setempat.
COMMENTS