Salah satu wisata alam favorit bagi para penjelajah yakni Gunung Lompobattang dan Gunung Bawakaraeng
Travelingcelebes.com - WISATA GUNUNG BAWAKARAENG - Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki ragam wisata alam, baik laut hingga darat. Salah satu wisata alam favorit bagi para penjelajah yakni Gunung Lompobattang dan Gunung Bawakaraeng tepatnya terletak di Kabupaten Gowa.
Pesona alam yang ditawarkan pun beragam, diantaranya para pendaki mampu menikmati negeri awan, Hutan lumut, aliran sungai yang jernih, memandang hiruk pikuk sorotan lampu kota dari puncak, hamparan bunga edelweis (bunga badi)serta beragam tempat sejarah (edukasi). Olehnya itu, beragam keindahan alam ini menghipnotis para penjelajah yang menjajakinya.
Letak geografis ke dua gunung tersebut memiliki jarak yang tidak jauh, maka dengan ini, para penjelajah kerap melakukan lintas alam (mendaki dua puncak sekalipun). Dengan estimasi perjalanan selama kurang lebih satu minggu.
Selain itu, ke dua gunung merupakan puncak ke tertinggi ke empat di Sulawesi selatan yakni masing memiliki ketinggian Gunung Lompobattang 2878 MDPL (meter dari permukaan laut) dan Gunung Bawakaraeng 2830 MDPL.
Tidak hanya itu, kedua gunung ini merupakan gunung yang penuh mistis dan disakralkan oleh masyarakat setempat, apalagi di beberapa bulan hijriah seperti Zulhijjah, Syaban, Ramadhan. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya ditemukan makanan persembahan/sesajen di jalur pendakian yang di simpan di beberapa pohon besar dan beberapa aktifitas masyarakat yang sering melakukan ritual-ritual yang tidak lazim.
Dan di moment Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 69 2014, team Jelajah Timur Nusantara bersama team Lintas Merah Putih berhasil menjajaki kedua puncak tersebut dan menggelar Upacara 17 an di Puncak serta ribuan penjelajah lainnya berasal dari berbagai kapasitas penggiat lingkungan di Indonesia, Lestari Indonesiaku.
Selayang pandang Perjalanan

Pesona alam yang ditawarkan pun beragam, diantaranya para pendaki mampu menikmati negeri awan, Hutan lumut, aliran sungai yang jernih, memandang hiruk pikuk sorotan lampu kota dari puncak, hamparan bunga edelweis (bunga badi)serta beragam tempat sejarah (edukasi). Olehnya itu, beragam keindahan alam ini menghipnotis para penjelajah yang menjajakinya.

Letak geografis ke dua gunung tersebut memiliki jarak yang tidak jauh, maka dengan ini, para penjelajah kerap melakukan lintas alam (mendaki dua puncak sekalipun). Dengan estimasi perjalanan selama kurang lebih satu minggu.
Selain itu, ke dua gunung merupakan puncak ke tertinggi ke empat di Sulawesi selatan yakni masing memiliki ketinggian Gunung Lompobattang 2878 MDPL (meter dari permukaan laut) dan Gunung Bawakaraeng 2830 MDPL.

Tidak hanya itu, kedua gunung ini merupakan gunung yang penuh mistis dan disakralkan oleh masyarakat setempat, apalagi di beberapa bulan hijriah seperti Zulhijjah, Syaban, Ramadhan. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya ditemukan makanan persembahan/sesajen di jalur pendakian yang di simpan di beberapa pohon besar dan beberapa aktifitas masyarakat yang sering melakukan ritual-ritual yang tidak lazim.

Dan di moment Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 69 2014, team Jelajah Timur Nusantara bersama team Lintas Merah Putih berhasil menjajaki kedua puncak tersebut dan menggelar Upacara 17 an di Puncak serta ribuan penjelajah lainnya berasal dari berbagai kapasitas penggiat lingkungan di Indonesia, Lestari Indonesiaku.
Selayang pandang Perjalanan
- Untuk mencapai Gunung Lompobattang, dapat digunakan beberapa jalur, seperti dari Lembang Bu’ne (Kec. Malakaji Kab. Gowa, Sul-Sel), dari Gunung Bawakaraeng, dari Tajjuru (Kec. Sinjai Borong Kab. Sinjai), dan jalur lainnya. Namun, gunung yang secara harfiah berarti “perut besar” ini kebanyakan di daki lewat jalur Lembang Bu’ne.
- Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Sinjai. Dan untuk mencapai Puncak Tranggulasi melewati 10 Pos. Dan Makna dari kata Bawa “Mulut”, Karaeng “Raja”.
COMMENTS